Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 18 November 2014

Int.
Khawatir

Mungkin khawatirku tidak akan pernah menemui batas. Karena ia lahir dari ketulusan. Namun kata mungkin, bukan berarti ada kemungkinan khawatirku sesat tanpa arah.

Kusebut kamu yang tak pernah luput dari perhatianku. Entah memakan waktu berapa lama untuk mengurangi khawatir yang berlebih ini. Bahkan ketika kuputuskan untuk benar-benar meninggalkanmu, khawatir itu terus menguntitku, dimanapun. Ini bukan karena perasaan, tapi ini karena sesuatu yang tak terdefenisi.

Maaf, jika khawatir ini mengusikmu. Tak ada maksud. Hanya khawatir itu menguasai diriku. Maaf, jika pertanyaaan 'dimana' memenuhi peti masukmu. Itu karena khawatir yang terus memepertanyakanmu. Maaf, jika khwatirku berlebih. Itu karena khawatirku lahir dari ketidaktahuan yang kusebut itu ketulusan.
           
                ***

Aku tidak tahu seperti apa bahagia itu. Yang kutahu, bibirku tersenyum saat pesan singkat masuk di handphoneku, dan itu kamu. Ada rasa yang entah bercampur dengan apa. Komposisi dari semua perasaan menjatuhkanku pada titik kegilaaan. Sekalipun, pesan singkat itu hanya bertulisakan dua huruf dengan tanda titik di ujungnya. (YA). Biarlah, kataku.

Bahkan hingga detik ini pun, aku tidak paham dengan ini. Mencoba berulang kali menerima kenyataaan, bahwa kamu dan aku adalah bukan kita. Atau mungkin, tidak akan pernah akan menjadi kita. Namun, kembali aku tidak akan pernah paham. Sekalipun kenyataan benar-benar menampakkan wujudnya di hadapanku.

Telinga ini pun berulang kali mendengar kata "move on", tapi kata itu sulit menemukan ruang di otakku. ia hanya menelisik di antara saraf-saraf ingatanku. Aku kembali mengingatmu.


Kamis, 11 September 2014

Karena cinta itu kamu ^_^

Bagaimanapun, cinta berhak hadir di setiap hati.
Betapapun, cinta tidak pernah salah dalam memilih.
Apapun, cinta tidak akan pernah memiliki alasan.


Kupikir aku bukan perempuan. Tidak memiliki rasa apapun pada kaum yang kusebut, teman. Sejak dulu, aku tak berpikir memilih satu dari mereka. Hanya saja, aku menunggu sosok, sosok yang entah kenapa membuatku betah untuk menunggu. Namun, perlahan rasa itu mulai hadir pada sosok yang satu ini. Entahlah, aku tidak pernah paham untuk kata yang satu ini, 'cinta'. Katanya, cinta itu sepaket dengan sakit. Berani mencintai, berarti siap untuk disakiti. Terlepas dari itu, aku hanya mulai  belajar memahami cinta, secara sederhana.

Selama ini kupikir carita itu ada hanya  di novel-novel teenlit atau di FTV yang jadi totontonan hangat remaja. Ternyata, ceritaku tak jauh beda dengan kemasan tipinya.

Aku tidak akan bercerita banyak tentang dia. Karena mungkin, dia tidak searah lagi denganku. Merupakan hal lumrah, jika cinta pergi begitu saja. Bukankah, Tuhan berkehendak membolak balikkan perasaan seseorang ? *Sungguh Allah Maha Besar

Meski begitu, aku tidak menyesal dengan cerita satu ini. Toh, di kehidupan selanjutnya, mungkin akan ada cerita yang sama, dengan akhir yang berbeda. *who knows ?

Untuk cinta yang satu ini, aku tidak meminta apa-apa.
Cintaku itu sederhana, cukup menjadi setia.

Senin, 01 September 2014

Saya Yuuka. Kamu ?

Kamis, 28 Agustus 2014

Rasanya sudah lama membiarkan jemari ini terdiam kaku di tempatnyra. Sudah hampir dua tahun lebih, saya tidak lagi mengajak jemari ini menari kreatif seperti yang dulu. Padahal, hampir setiap moment kuabadikan dalam bentuk coretan. Entah itu tersusun dengan baik, atau malah hanya garis-garis yang menjulang di atasnya. Bahkan, saking seringnya, tiap hari temanku akan mendapati inboxnya penuh dengan kata-kataku. Saya juga heran, kok dulu saya suka nulis gituan, tepatnya sih disebut kata mutiara. Itu kata temanku yang juga fansku. hahahahahh.. (eksis) :D

Yowwesslah yah..
"Welcome back the real me"

Oiya, saya Yuuka. Iya, Yuuka. Sejak duduk dibangku SMA, nama aneh ini sudah melekat denganku. Tapi, lebih lengektnya saat masuk universitas, dunia kuliah gitu. Awalnya nggak biasa sih dipangggil Yuuka, tapi lantaran nama asliku banyak samanya, jadilah saya dipanggil Yuuka. Terlebih, akun sosialku pun bertiltel Yuuka. watashi no namae wa Yuuka Shimizudani desu :)

Dengar namaku, pasti sudah ketahuan, kalau saya itu suka semua hal yang berbau Jepang. Tapi tenang, kalu jodoh ma' masih cari yang sekampung (moga aja gitu) :D hehehhehhe...
Iya, sampai sekarng masih terselip harapan bisa lanjutin studi ke negerinya doraemon itu. Ditanya kenapa ??? Nggak tau deh, hanya saja saya merasa Jepang itu damai, tapi...ini terlepas dari sejarah Bangsa Indonesia yah. Karena saya suka Jepang, bukan berarti nggak cinta tanah air. Sedalam apa cinta saya ?? Who knows ?!!

Eh nggak jarang juga loh, anak-anak malah menjadikan namaku sebgai bahan ejekan. Katanya, namaku mirip dengan salah satu iklan mesin air. Benar atau tidaknya, who care... !! Kalau bahasa lainnya sih, emang gue pikirin (tapi kalau dipikir, kayakanya sama deh). Meski begitu, kuanggap mereka adalah orang-orang yang sangat dan over care about me, fans sejati :D *Ayye...

Katanya......

Tak kenal maka tak sayang
Tak sayang maka tak cinta


Kalau begitu, salam kenal yo..Saya Yuuka :)
Kamu ?????

#see_U_someday
 

Blogger news

Blogroll

Most Reading